Bayangkan aroma rumput yang baru dipotong, kulit lemon yang baru dikupas, dan daun teh hijau yang diseduh pelan.
Ketiganya punya satu benang merah, sama-sama green. Dari benang merah itu, HMNS meracik tiga parfum dengan karakter berbeda, lalu mempercayakannya pada satu nama, Ji Chang-Wook.
Masalahnya, memilih satu dari tiga tidak selalu mudah. Ada yang terasa paling clean, ada yang paling intens, ada juga yang paling soft. Namanya sama-sama Alpha, tapi pengalaman di kulit bisa sangat berbeda.
Sebelum memilih, ada baiknya kenali dulu masing-masing dari dekat, mulai dari notes yang tercium, seberapa lama wanginya bertahan, sampai kapan paling pas dipakai.
Key Takeaways
-
Alpha Series terdiri dari tiga parfum green dengan Ji Chang-Wook sebagai brand ambassador-nya, yaitu Alpha, Alpha Hyper Green, dan Alpha Femme.
-
Alpha dan Alpha Femme adalah Eau de Parfum dengan ketahanan 6 sampai 8 jam, sedangkan Alpha Hyper Green adalah Extrait de Parfum yang bertahan 8 sampai 12 jam lebih.
-
Pilih Alpha kalau suka green woody yang clean, Alpha Hyper Green kalau mencari karakter yang lebih intens, dan Alpha Femme kalau ingin green dengan sentuhan floral yang soft.
Alpha Series, Tiga Parfum Green dari Akar yang Sama

Tiga varian HMNS Alpha series, yaitu Alpha, Alpha Hyper Green, dan Alpha Femme
Sejak pertama hadir tujuh tahun lalu, Alpha bertahan sebagai best seller HMNS. Dari karakter green-nya, Alpha kemudian dikembangkan ke dua arah.
Arah pertama dibuat lebih intens. Hasilnya Alpha Hyper Green, versi Extrait dengan konsentrasi lebih tinggi dan base yang lebih earthy. Arah kedua dibuat lebih soft, lewat Alpha Femme yang menyelipkan floral di bagian tengahnya. Ketiganya kini berdiri bersama sebagai Alpha Series.
Berangkat dari akar yang sama, beberapa bahan pun muncul di lebih dari satu varian. Bahan-bahan ini yang membuat ketiganya tetap terasa satu family, meski karakternya berbeda.
-
Green tea: Di Alpha, green tea muncul di bagian akhir sebagai base yang clean dengan nuansa daun teh. Di Alpha Femme, posisinya justru di depan, jadi kesan teh hijau langsung tercium sejak semprotan pertama.
-
Pink pepper: Rempah ini membuka Alpha Hyper Green sekaligus Alpha Femme. Kesannya spicy dan agak warm, cukup untuk memberi kejutan kecil di awal.
-
Patchouli Indonesia dan moss: Keduanya jadi dasar earthy yang membuat wangi terasa lebih dalam di kulit. Alpha Hyper Green memakai moss, sementara Alpha Femme memilih oakmoss yang dipadukan dengan amber.
Baca juga: Panduan Memilih Kombinasi Notes Parfum untuk Aroma yang Sempurna
Selain lewat bahan, ketiganya juga terhubung oleh cerita yang dibawa. Tiap varian mewakili satu fase hidup yang mungkin pernah kamu lewati, atau justru sedang kamu jalani sekarang.
-
Alpha untuk fase awal. Saat kamu baru mulai melangkah, belum punya bukti apa-apa, dan masih mencari alasan untuk percaya pada diri sendiri.
-
Alpha Hyper Green untuk fase ketika kamu sudah jadi tempat bersandar orang-orang di sekitarmu. Tekanannya lain lagi. Ada rasa harus selalu kuat dan harus terus jalan, meski capeknya sudah menumpuk.
-
Alpha Femme untuk fase yang datangnya kadang paling lambat. Fase ketika kamu mulai sadar tidak semua hal harus ditanggung sendirian. Bersandar pada orang lain ternyata juga bagian dari menjadi kuat.
Tiga Varian Alpha dan Cerita di Baliknya
Meski berasal dari family yang sama, tiap varian punya perfumer, konsentrasi, dan urutan notes yang berbeda.
|
Alpha |
Alpha Hyper Green |
Alpha Femme |
|
|
Jenis |
Eau de Parfum |
Extrait de Parfum |
Eau de Parfum |
|
Kadar oil |
30% |
35% |
25% |
|
Family |
Green woody |
Green fougère |
Green floral |
|
Top notes |
Citrus, grass |
Lemon, pink pepper, cactus accord |
Bergamot, green tea leaf, pink pepper |
|
Heart notes |
Cedarwood |
Tuberose, lavender, ciste |
Gardenia, jasmine sambac, rose |
|
Base notes |
Green tea essence |
Patchouli, vetiver, moss |
Amber, patchouli, oakmoss |
|
Sillage |
Medium to strong |
Strong |
Medium to strong |
|
Proyeksi |
1,5 sampai 2 meter |
2 sampai 3 meter |
1,5 sampai 2 meter |
|
Ketahanan |
6 sampai 8 jam |
8 sampai 12 jam lebih |
6 sampai 8 jam |
|
Waktu terbaik |
Siang hari, cuaca panas |
Malam hari, cuaca sejuk atau hujan |
Siang hari, cuaca panas |
Alpha dan Alpha Femme punya proyeksi yang sama. Wanginya cukup tercium oleh orang di dekatmu tanpa memenuhi ruangan. Alpha Hyper Green menjangkau lebih jauh, sampai 3 meter, jadi takaran semprotnya bisa lebih sedikit, terutama di ruangan tertutup.
1. Alpha, Wangi Green Woody untuk Langkah Pertama

Ji Chang-Wook memegang HMNS Alpha Eau de Parfum berbotol hitam
Semua cerita Alpha Series berawal dari botol ini.
Semprotan pertama Alpha dibuka dengan citrus yang fresh dan aroma rumput yang green, seperti halaman yang baru disiram. Beberapa saat kemudian, cedarwood mulai muncul di tengah. Woody-nya kering dan clean, menjaga kesan green tetap ada di latar.
Di base notes, green tea essence menutup dengan aroma teh hijau yang light, seperti sisa wangi dari cangkir yang baru diangkat. Perpaduan ini menempatkan Alpha di keluarga green woody yang clean dan timeless.
Dengan konsentrasi minyak 30%, Alpha cukup terasa di sekitarmu tanpa mendominasi ruangan. Wanginya mudah dipakai dari pagi sampai sore, jadi cocok sebagai pintu masuk untuk mengenal Alpha Series.
2. Alpha Hyper Green, Versi Paling Intens dari Alpha

Ji Chang-Wook mencium botol Alpha Hyper Green Extrait de Parfum berwarna hijau
Bayangkan Alpha yang dibuat lebih green, lebih dalam, dan lebih lama menempel. Kira-kira begitulah Alpha Hyper Green.
Racikannya datang dari Miroslav Petkov, Senior Perfumer di IFF asal Bulgaria yang sudah lebih dari 25 tahun meracik parfum. Petkov dikenal lewat keahliannya di family green, dengan inspirasi dari bahan alam seperti galbanum, daun ara, serta rumput dan rempah liar.
Alpha Hyper Green adalah kolaborasi pertamanya dengan HMNS.
Sebagai bagian dari HMNS Hyper Series, konsentrasi oil-nya mencapai 35%. Lapisan wanginya pun terasa jelas berganti dari awal sampai akhir.
-
Top notes: Lemon oil yang bright membuka wangi, ditemani pink pepper dan cactus accord yang green.
-
Heart notes: Tuberose memberi floral yang creamy, lavender menambah sisi aromatic, sementara ciste membawa kesan resin yang sedikit warm.
-
Base notes: Patchouli Indonesia, vetiver Jawa, dan moss membentuk dasar yang earthy dan mossy. Bagian inilah yang membuat wanginya bertahan lama di kulit.
Hampir semua bahannya memakai teknologi LMR dari IFF, cara untuk menghasilkan bahan natural yang lebih murni. Perpaduan lavender, moss, dan bahan earthy ini juga yang menempatkannya di keluarga green fougère.
3. Alpha Femme, Green Floral yang Soft

Ji Chang-Wook memegang botol putih HMNS Alpha Femme, varian terbaru Alpha Series
Untuk varian termuda, racikannya dipercayakan pada Honorine Blanc, Master Perfumer di DSM-Firmenich dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Honorine tumbuh di Beirut, dikelilingi aroma melati, gardenia, dan masakan ibunya. Dua bunga itu kini ada di bagian tengah Alpha Femme.
Tahun ini, Honorine menerima Lifetime Achievement Perfumer Award dari The Fragrance Foundation di Amerika Serikat. Pendekatannya khas, wangi dibiarkan terbuka perlahan, lapis demi lapis.
-
Alpha Femme dibuka dengan bergamot yang bright, green tea leaf, dan pink pepper.
-
Setelah itu, gardenia, jasmine sambac, dan rose centifolia muncul sebagai floral yang soft dan creamy.
-
Di akhir, amber, patchouli Indonesia, dan oakmoss menahan floralnya tetap menempel dengan dasar yang warm dan sedikit earthy.
Konsentrasinya 25%, sedikit lebih ringan dari Alpha, tapi ketahanannya setara. Namanya memang Femme, tapi siapa pun bisa memakainya. Pilihannya cukup kembali ke selera, apakah kamu suka green yang punya sentuhan floral.
Varian Alpha Mana yang Cocok untukmu?

Ji Chang-Wook dengan botol HMNS Alpha, salah satu dari tiga parfum Alpha Series
Cara termudah memilih adalah melihat kapan parfum itu akan sering kamu pakai, juga di suasana seperti apa:
1. Untuk Hari-Hari Sibuk di Cuaca Panas
Kalau harimu banyak dihabiskan di luar ruangan, berpindah dari kantor ke jalan lalu ke tempat makan siang, Alpha adalah pilihan yang aman. Pembukanya yang fresh terasa pas saat suhu sedang tinggi-tingginya. Begitu matahari mulai turun, wanginya masih clean di kulit.
Alpha juga nyaman dipakai untuk aktivitas yang lebih santai. Nongkrong di akhir pekan, olahraga ringan, atau kencan di siang hari, semuanya masih cocok dengan karakternya yang light.
Wanginya bekerja baik di dalam maupun di luar ruangan, jadi kamu tidak perlu repot ganti parfum di tengah hari.
2. Untuk Malam Hari dan Musim Hujan
Saat udara mulai turun suhunya, entah karena malam atau karena hujan seharian, Alpha Hyper Green justru terasa pas. Base earthy-nya lebih mudah tercium di udara yang sejuk. Kesan mossy-nya juga cocok dengan udara lembap selepas hujan, sesuai prinsip memilih parfum berdasarkan musim.
Varian ini juga tepat untuk momen yang ingin kamu ingat lebih lama.
Makan malam berdua, acara formal, atau pertemuan penting di malam hari. Wanginya paling nyaman dipakai di dalam ruangan, dengan karakter yang memang khas parfum untuk malam hari yang cenderung lebih intens.
3. Untuk Kamu yang Suka Sentuhan Floral
Ada juga yang suka wangi green, tapi ingin sesuatu yang lebih soft dari Alpha. Di sinilah Alpha Femme masuk. Pembukanya tetap fresh, lalu lapisan floral di tengahnya memberi kesan yang lebih creamy di kulit.
Situasi pakainya mirip dengan Alpha. Siang hari, cuaca panas, di kantor maupun saat santai. Bedanya ada di kesan yang tertinggal. Alpha meninggalkan jejak woody yang kering, sementara Alpha Femme meninggalkan floral yang soft dengan dasar amber yang warm.
Baca selengkapnya: Kenali Kapan Waktu Terbaik untuk Menggunakan Parfum Berdasarkan Konsentrasinya
Wangi yang Menemani Fase Hidupmu
Hidup jarang berjalan di satu fase saja. Hari ini mungkin kamu sedang memulai sesuatu, beberapa bulan lagi sudah harus bertahan, lalu suatu saat belajar membagi beban dengan orang lain. Jadi, tidak ada salahnya punya lebih dari satu Alpha di rak parfummu.
Mulailah dari yang paling dekat dengan harimu sekarang. Apa pun fase yang sedang kamu jalani, ada satu Alpha yang bisa menemanimu melewatinya. Ketiganya pun kini melangkah lebih jauh, sejak Ji Chang-Wook menjadi wajah HMNS Alpha.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Parfum Alpha mana yang paling tahan lama?
Alpha Hyper Green paling tahan lama, dengan ketahanan 8 sampai 12 jam lebih. Kadar oil-nya yang mencapai 35% dan base yang earthy membuat wanginya menempel lebih lama dibanding dua varian lain.
2. Apa bedanya Eau de Parfum dan Extrait de Parfum?
Bedanya ada di konsentrasi perfume oil. Extrait de Parfum punya kadar paling tinggi, jadi wanginya lebih intens dan bertahan lebih lama dibanding Eau de Parfum. Di Alpha Series, Alpha dan Alpha Femme termasuk Eau de Parfum, sementara Alpha Hyper Green masuk kategori Extrait.
3. Bagaimana cara mencoba Alpha dan Alpha Femme sebelum membeli ukuran penuh?
Cara paling praktis adalah lewat Alpha Blind Box. Di dalamnya ada Alpha dan Alpha Femme masing-masing 5 ml, cukup untuk mencoba keduanya di kulit selama beberapa hari. Pilihan ini jauh lebih aman daripada blind buy ukuran penuh tanpa pernah mencium wanginya.
4. Varian Alpha mana yang cocok dijadikan hadiah?
Pilihannya bisa disesuaikan dengan orang yang akan menerimanya.
-
Alpha cocok untuk seseorang yang baru memulai babak baru, seperti pekerjaan pertama atau kelulusan.
-
Alpha Hyper Green pas untuk seseorang yang baru melewati perjalanan panjang dan layak merayakannya dengan wangi yang lebih spesial.
-
Alpha Femme tepat untuk seseorang yang suka floral soft dengan pembuka yang green.
Kalau penerimanya penggemar Ji Chang-Wook, Exclusive Package bisa jadi pilihan yang lebih berkesan karena dilengkapi photocard, postcard, dan sticker pack.