Penyebab Bau Tidak Sedap pada Anjing dan Cara Mengatasinya

Sudah dimandikan kemarin, tapi hari ini anjingmu sudah berbau lagi. Rasanya membingungkan, apalagi kalau kamu sudah rutin memandikannya.


Bau pada anjing sebenarnya bisa datang dari banyak sumber, mulai dari perawatan sehari-hari sampai kondisi kesehatan tertentu. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama sebelum tahu cara mengatasinya.


Artikel ini membahas berbagai penyebab bau pada anjing dan cara menanganinya dengan tepat!

Kenapa Anjing Bisa Berbau Padahal Sudah Dimandikan?

Mandi membersihkan kotoran dan bau di permukaan, tapi tidak selalu menyentuh sumber bau yang sebenarnya. Inilah kenapa sebagian anjing kembali berbau tak lama setelah dimandikan.


Kulit dan bulu anjing punya lapisan minyak alami tempat bakteri dan ragi hidup secara normal. Saat keseimbangan ini terganggu oleh kelembapan, kotoran, atau kondisi kesehatan tertentu, bakteri berkembang lebih cepat dan menghasilkan bau. Mandi hanya mengurangi bau untuk sementara, sedangkan sumbernya tetap ada.


Secara umum, penyebab bau pada anjing bisa dibagi jadi dua kelompok:


  • Bau dari perawatan dan lingkungan: Berasal dari hal sehari-hari seperti bulu yang lembap, tempat tidur yang kotor, atau pola makan tertentu. Umumnya mudah diatasi di rumah.

  • Bau dari kondisi kesehatan: Berkaitan dengan masalah medis seperti infeksi kulit, infeksi telinga, atau penyakit gigi. Butuh penanganan dokter hewan.


Membedakan keduanya penting, karena cara menanganinya berbeda. Anjing yang tetap berbau meski sudah dimandikan sering kali menandakan sumbernya ada di kelompok kedua.

Penyebab Bau yang Berasal dari Perawatan dan Lingkungan

Gambar kaki anjing yang kotor

Gambar kaki anjing yang kotor


Sebagian besar bau pada anjing berasal dari hal sehari-hari yang sebenarnya mudah dikendalikan. Tiga penyebab berikut paling sering ditemui:

1. Bulu dan Kulit yang Menyimpan Kelembapan

Kelembapan adalah pemicu bau yang paling umum. Bulu yang basah dan tidak kering sempurna jadi tempat ideal bakteri dan ragi berkembang, dan keduanya menghasilkan bau apak yang khas.


Kondisi ini sering terjadi setelah anjing mandi, bermain di air, atau kehujanan. Bulu yang tebal atau panjang lebih rentan, karena bagian dalamnya butuh waktu lebih lama untuk kering. Lipatan kulit pada ras tertentu, seperti Bulldog atau Pug, juga menyimpan kelembapan dan jadi titik yang mudah berbau kalau tidak dikeringkan dengan baik.


Mengeringkan bulu sampai benar-benar kering setelah basah adalah kunci mencegah bau jenis ini. Perhatikan area yang sering terlewat, seperti sela kaki, ketiak, dan lipatan kulit.

2. Lingkungan Tidur dan Main yang Jarang Dibersihkan

Bau pada anjing tidak selalu datang dari tubuhnya. Sering kali sumbernya ada di tempat tidur, mainan, atau area tempat ia menghabiskan waktu.


Alas tidur menyerap minyak alami, air liur, dan kotoran dari bulu anjing setiap hari. Kalau jarang dicuci, semua itu menumpuk dan menimbulkan bau yang kemudian menempel kembali ke bulu anjing. Mainan kain dan karpet tempat ia berbaring juga menyimpan bau dengan cara yang sama.


Mencuci alas tidur secara rutin, minimal seminggu sekali, membantu memutus siklus ini. Bersihkan juga mainan dan area favoritnya secara berkala supaya bau tidak kembali menempel setelah anjing dimandikan.

3. Pola Makan yang Kurang Tepat

Apa yang dimakan anjing ikut memengaruhi baunya, baik dari mulut maupun dari tubuh. Pola makan tertentu bisa membuat bau anjing lebih menyengat dari biasanya.


Makanan berbahan dasar ikan atau dengan tambahan minyak ikan, misalnya, bisa membuat aroma tubuh dan napas anjing cenderung amis. Kualitas makanan juga berpengaruh. Makanan yang sulit dicerna bisa memicu gas berlebih dan gangguan pencernaan yang berujung pada bau.


Memilih makanan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan anjing membantu mengurangi bau dari dalam. Kalau bau napas atau tubuh terasa tidak biasa meski makanannya sudah baik, ada baiknya memeriksakannya ke dokter hewan untuk memastikan tidak ada masalah pencernaan.


Baca juga: Tips Memandikan Anjing di Rumah agar Bersih dan Wangi

Penyebab Bau yang Berkaitan dengan Kesehatan

Kalau bau tetap muncul meski perawatan dan kebersihan sudah dijaga, sumbernya mungkin berkaitan dengan kondisi kesehatan. Bau jenis ini butuh perhatian lebih, karena penanganannya ada di ranah medis:

1. Infeksi Kulit karena Bakteri atau Jamur

Kulit anjing secara alami dihuni bakteri dan ragi. Saat keseimbangannya terganggu, keduanya berkembang berlebihan dan menghasilkan bau kuat yang apak atau tengik. Kondisi ini dikenal sebagai pyoderma untuk infeksi bakteri, dan sering melibatkan ragi seperti Malassezia.


Menurut tinjauan sistematis yang dipublikasikan di jurnal Antibiotics, infeksi kulit pada anjing umumnya melibatkan bakteri seperti Staphylococcus dan Pseudomonas, dan kerap muncul sebagai komplikasi dari alergi.


Tanda lain biasanya menyertai, seperti kulit kemerahan, gatal berlebihan, atau area yang terasa berminyak. Kondisi ini butuh penanganan dokter hewan, karena membiarkannya justru memperparah infeksi dan baunya.


Infeksi kulit yang disertai kutu atau jamur juga perlu penanganan khusus.

2. Infeksi Telinga

Telinga anjing sedang dibersihkan dengan cutton bud

Telinga anjing sedang dibersihkan dengan cutton bud

 

Bau dari infeksi telinga cenderung kuat dan khas, kadang seperti ragi atau bau busuk yang menyengat. Struktur telinga anjing yang berlipat dan lembap membuatnya rentan terhadap penumpukan kotoran dan berkembangnya bakteri atau ragi.


Studi yang ada dalam jurnal BMC Veterinary Research menemukan infeksi telinga luar termasuk gangguan paling umum pada anjing, dengan ras bertelinga panjang seperti Basset Hound atau Cocker Spaniel lebih berisiko.


Selain bau, perhatikan tanda seperti anjing sering menggeleng kepala, menggaruk telinga, atau adanya kotoran di dalam telinga. Infeksi telinga terasa tidak nyaman dan perlu diperiksa dokter hewan untuk penanganan yang tepat.

3. Masalah Gigi dan Bau Mulut

Gigi anjing sedang dibersihkan

Gigi anjing sedang dibersihkan


Bau mulut sering dikira sebagai bau tubuh, meski sumbernya ada di gigi dan gusi. Penumpukan plak dan karang gigi menyimpan bakteri penghasil bau.


Masalah ini jauh lebih umum dari yang dikira: sebuah studi yang ada di jurnal Frontiers in Veterinary Science menyebut penyakit gigi ditemukan pada 80 hingga 89 persen anjing berusia di atas tiga tahun.


Menyikat gigi anjing beberapa kali seminggu membantu mencegah penumpukan plak, sementara karang gigi yang sudah terbentuk perlu dibersihkan dokter hewan. Kalau bau mulutnya sangat menyengat atau disertai gusi berdarah, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

4. Kelenjar Anal yang Bermasalah

Anjing punya dua kantong kelenjar di dekat anus yang menghasilkan cairan beraroma sangat kuat dengan bau amis khas. Dalam kondisi normal, cairan ini keluar sedikit saat anjing buang air.


Masalah muncul saat kelenjar tersumbat atau terinfeksi, sehingga cairannya menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Tanda yang mudah dikenali adalah anjing menggeser bokongnya di lantai atau sering menjilat area tersebut.


Kelenjar anal yang bermasalah biasanya perlu dikosongkan dokter hewan atau groomer berpengalaman. Menambah serat dalam makanan bisa membantu mencegahnya, dan kalau sudah terjadi infeksi, penanganan dokter hewan diperlukan untuk meredakannya.

Kapan Bau Anjing Jadi Sinyal yang Perlu Diwaspadai?

Bau ringan yang hilang setelah dimandikan umumnya normal, tapi bau tertentu bisa jadi tanda ada masalah kesehatan yang perlu diperiksa, apalagi kalau muncul bersama gejala lain.


Beberapa tanda yang sebaiknya membuatmu waspada:


  • Bau menyengat yang tidak hilang meski sudah dimandikan: Bau yang cepat kembali setelah mandi sering menandakan sumbernya ada di dalam, seperti infeksi kulit atau telinga.

  • Bau disertai perubahan pada kulit atau bulu: Kemerahan, luka, kerontokan, atau area yang lembap dan berminyak bisa menandakan infeksi.

  • Bau amis dari area belakang: Ini sering berkaitan dengan masalah kelenjar anal yang perlu ditangani.

  • Bau mulut yang sangat menyengat: Bisa jadi tanda penyakit gigi atau masalah kesehatan lain yang lebih dalam.

  • Bau disertai perubahan perilaku: Anjing yang jadi lesu, kehilangan nafsu makan, atau sering menggaruk dan menjilat area tertentu perlu diperhatikan lebih serius.


Kalau kamu menemukan satu atau lebih tanda di atas, sebaiknya periksakan anjingmu ke dokter hewan.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bau pada Anjing

Sebagian besar bau ringan bisa dicegah dengan perawatan rutin yang konsisten. Kuncinya menjaga kebersihan anjing sekaligus lingkungannya.


Inilah beberapa rutinitas yang membantu mencegah bau:


  • Menyikat bulu secara teratur untuk mengangkat kotoran, bulu rontok, dan menyebarkan minyak alami supaya bulu tetap sehat.

  • Mengeringkan bulu sampai benar-benar kering setelah mandi atau basah, terutama pada area lipatan dan bulu tebal.

  • Membersihkan telinga dan gigi secara berkala sesuai anjuran, karena keduanya sumber bau yang sering terlewat.

  • Mencuci alas tidur dan mainan secara rutin supaya bau tidak kembali menempel ke bulu anjing.

  • Menjaga pola makan berkualitas untuk mengurangi bau yang berasal dari dalam tubuh.


Karena anjing tidak perlu terlalu sering dimandikan, menjaga kesegarannya di sela jadwal mandi jadi penting. Menyeka bulu dengan kain lembap, membersihkan kaki setelah beraktivitas, dan menyisir bulu secara rutin membantu menjaga anjing tetap bersih di antara waktu mandi.


Sebagai pelengkap, parfum khusus anjing bisa membantu menjaga aromanya tetap segar.


Parfum hewan dari Not for Humans varian Am Smooth

Parfum hewan dari Not for Humans varian Am Smooth

 

Am Smooth dari Not For Humans diformulasikan khusus untuk anjing, dengan aroma fruity floral yang lembut dari melon dan green apple, serta kandungan C-Shine dari Cupuacu dan Murumuru seed butter yang membantu menjaga bulu tetap lembut.


Semprotkan dari jarak sekitar 15 sampai 20 cm, dan hindari area kepala, telinga, serta bagian bawah ekor. Parfum ini ditujukan untuk menyegarkan anjing yang sehat, dan tidak menggantikan penanganan medis kalau bau berasal dari masalah kesehatan.


Baca juga:

 

Bau yang Terurus, Pelukan yang Lebih Dekat

Bau pada anjing sebenarnya cara tubuhnya berkomunikasi. Sebagian menandakan ia hanya perlu dibersihkan, sebagian lagi memberi sinyal ada yang butuh perhatian lebih. Mengenali bedanya membuatmu bisa merawat anjing dengan lebih tepat, bukan sekadar menutupi baunya.


Anjing yang terawat dengan baik terasa lebih nyaman untuk didekati, dan itu membuat momen bersamanya jadi lebih menyenangkan. Untuk menjaga kesegarannya di sela perawatan, Am Smooth dari Not For Humans bisa jadi pelengkap yang membuat anjingmu tetap wangi dan nyaman dipeluk kapan saja.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah semua bau pada anjing itu normal?

Tidak semuanya. Bau khas anjing yang ringan dan hilang setelah dimandikan termasuk normal. Namun bau yang sangat menyengat, cepat kembali setelah mandi, atau disertai gejala seperti gatal dan kemerahan bisa menandakan masalah kesehatan.


Mengenali bau yang normal dan tidak normal membantu kamu tahu kapan cukup dirawat di rumah dan kapan perlu ke dokter hewan.

2. Apakah parfum anjing aman dipakai rutin?

Aman, selama parfumnya memang diformulasikan khusus untuk anjing dan dipakai sesuai anjuran. Parfum khusus anjing dibuat dengan bahan yang disesuaikan untuk mereka, berbeda dari parfum manusia yang bisa terlalu keras.


Semprotkan secukupnya dari jarak aman dan hindari area sensitif seperti kepala dan telinga. Perlu diingat, parfum berfungsi menyegarkan aroma anjing yang sehat, dan tidak ditujukan untuk menutupi bau yang berasal dari masalah kesehatan.

3. Kenapa bau anjing cepat balik setelah mandi?

Bau yang cepat kembali setelah mandi biasanya menandakan sumbernya bukan di permukaan bulu. Kalau baunya balik dalam hitungan hari, kemungkinan penyebabnya ada di kulit, telinga, atau kelenjar anal yang butuh penanganan lebih dari sekadar mandi.


Mandi hanya membersihkan bagian luar, sementara bau dari infeksi atau masalah kesehatan akan terus muncul sampai sumbernya ditangani. Kalau ini terjadi berulang, ada baiknya memeriksakannya ke dokter hewan.